PERCOBAAN 1
KELOMPOK 1
P.RANGKAIAN ELEKTRONIK (LIVE WIRE)
1. Tujuan : Bamasis Mampu Mempraktikkan Rangkaian Elektronik (Live Wire)
2. Alat Dan Bahan :
A. Laptop
B. Live Wire (Switch, Transistor Npn, Relay,Motor,Ic 555)
3. Teori :
A. Jelaskan Tentang Switching Transistor Npn Menggunakan Relay
Jawab : Sebuah Transistor dapat beroperasi sebagai Sakelar apabila terdapat tegangan pada terminal Basis. Ketika tegangan yang cukup (Vi n > 0,7 V) diberikan diantara terminal basis dan emitor dengan tegangan kolektor ke emitor kira-kira sama dengan 0V. Oleh karena itu, Transistor bertindak sebagai penghubung (sirkuit tertutup atau hubungan pendek). Arus kolektor Vcc / Rc akan mengalir melalui Transistor.
Demikian pula, ketika tidak ada tegangan atau tegangan nol diterapkan pada input, Transistor beroperasi di daerah cut-off dan bertindak sebagai sirkuit terbuka. Dalam jenis koneksi switching, beban (dalam contoh ini adalah lampu LED) terhubung ke output switching dengan titik referensi. Jadi, ketika transistor dinyalakan, arus akan mengalir dari sumber (source) ke tanah (ground) melalui beban.
B. Jelaskan Tentang Motor Dc
Jawab : Motor Listrik DC atau DC Motor adalah suatu perangkat yang mengubah energi listrik menjadi energi kinetik atau gerakan (motion). Motor DC ini juga dapat disebut sebagai Motor Arus Searah. Seperti namanya, DC Motor memiliki dua terminal dan memerlukan tegangan arus searah atau DC (Direct Current) untuk dapat menggerakannya. Motor Listrik DC ini biasanya digunakan pada perangkat-perangkat Elektronik dan listrik yang menggunakan sumber listrik DC seperti Vibrator Ponsel, Kipas DC dan Bor Listrik DC.
C. Jelaskan Tentang Ic Ne 555 Sbg Multivibrator Astabil
Jawab : Multivibrator Astabil IC 555 merupakan rangkaian pembangkit gelombang yang sering dijumpai pada perangkat digital maupun perangkat analog. Pada perangkat digital rangkaian Multivibrator Astabil IC 555 berfungsi sebagai pembangkit pulsa clock. Sedangakan pada rangkaian analog Multivibrator Astabil IC 555 dapat digunakan sebagai pembangkit gelombang sebauh nada. Pada dasarnya “Multivibrator astabil” merupakan multivibrator yang mempunyai dua keadaan namun tidak stabil pada salah satu keadaannya selama sesaat dan kemudian berpindah ke keadaan yang lain, disini multivibrator astabil menetap untuk sesaat sebelum berpindah kembali ke keadaan semula. Perpindahan keadaan pada output multivibrator astabil yang berkesinambungan ini menghasilkan suatu gelombang segi empat dengan waktu naik yang sangat cepat. Karena tak dibutuhkan sinyal masukan untuk memperoleh suatu keluaran, maka multivibrator astabil ini kadang kadang disebut multivibrator bekerja bebas ( free running multivibrator ).
4. Langkah Percobaan.
A. Buat Rangkaian Switching Transistor Npn,Relay Dan Motor
1) Penyiapan alat dan komponen yang akan digunakan untuk percobaan.
2) Melaksanakan Pembuatan rangkaian; dan
3) Melaksanakan Percobaan dengan aplikasi Livewire.
Gambar 1. Rangkaian pada saat terhubung (ada arus).
Gambar 2. Rangkaian pada saat terputus (tidak ada arus)
B. Buat Rangkaian Otomatis Motor Menggunakan Ic 555
1) Penyiapan alat dan komponen yang akan digunakan untuk percobaan.
2) Melaksanakan Pembuatan rangkaian; dan
3) Melaksanakan Percobaan dengan aplikasi Livewire.
Gambar 3. Rangkaian Input
Gambar 4. Rangkaian Output/ multivibrator bekerja bebas
( free running multivibrator )
5. Analisa :
A. Percobaan Rangkaian Switching Transistor NPN,Relay Dan Motor di atas yaitu transistor dapat beroperasi sebagai Sakelar/ switching apabila terdapat tegangan, yang tegangan tersebut sebesar (Vi n > 0,7 V) diberikan diantara terminal basis dan emitor dengan tegangan kolektor ke emitor yang kira-kira sama dengan 0V. Oleh karena itu, Transistor bertindak sebagai penghubung (sirkuit tertutup atau hubungan pendek).
ketika tidak ada tegangan atau tegangan nol diterapkan pada input, Transistor beroperasi di daerah cut-off dan bertindak sebagai sirkuit terbuka.
B. Percobaan Rangkaian Otomatis Motor Menggunakan Ic 555 di atas
Terjadi dua keadaan namun tidak stabil pada salah satu keadaannya selama sesaat dan kemudian berpindah ke keadaan yang lain.
multivibrator astabil menetap untuk sesaat sebelum berpindah kembali ke keadaan semula. Perpindahan keadaan pada output multivibrator astabil yang berkesinambungan ini menghasilkan suatu gelombang segi empat dengan waktu naik yang sangat cepat. Karena tak dibutuhkan sinyal masukan untuk memperoleh suatu keluaran, maka multivibrator astabil ini kadang kadang disebut multivibrator bekerja bebas ( free running multivibrator )
6. Kesimpulan Dan Saran (Omp + Omsp) :
Pada penggunaan software livewire sebagai e-learning sangat membantu sekali untuk para bintara mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar, baik itu dalam perangkaian ,pembacaan dan dalam melakukan percobaan mengenai rangkaian listrik.
Dalam bidang OMP dan OMSP sendiri perancangan rangkaian kelistrikan menggunakan software livewire ini sangat bagus diterapkan di kedua bidang tersebut, seiring berjalannya jaman peralatan dan persenjatan di berbagai dunia sudah menggunakan system kelistrikan oleh sebab itu penggunaan aplikasi software tersebut sangat lah penting karena bisa membuat kita para bintara mhasiswa semua dan mungkin di kalangan prajurit TNI bisa mensimulasikan dan merancang komponen persenjataan dengan model system kelistrikan.
Pada pelaksanaan praktikum ini keterbatasan alat dan perlengkapan yang minim, sehingga para bintara mahasiswa melaksanakan praktikum dengan alat bantu atau hanya dengan melaksanakannya emnggunakan software simulasi.



